Rabu, 18 Januari 2017

PERBEDAAN FAT 32 DENGAN NTFS


PERBEDAAN FAT 32 DENGAN NTFS



Perbedaan Antara NTFS, FAT32 dan exFAT

Jika kita akan melakukan format harddisk, flashdisk, maupun memori eksternal lainnya, pasti kita akan melihat pilihan NTFS, FAT32 dan exFAT. Namun tidak banyak orang yang mengetahui apa maksud dan kegunaan dari ketiga pilihan tersebut. Secara garis besar, ketiga pilihan tersebut merupakan file system yang sering digunakan pada media penyimpanan seperti harddisk, flashdisk maupun berbagai macam media penyimpanan lainnya. Tetapi yang jadi pertanyaannya sekarang, apa perbedaan antara NTFS, FAT32 dan exFAT tersebut? Nah pada artikel kali ini aku akan membahas tentang ketiga file system tersebut.

NTFS (New Technology File System)

NTFS merupakan file system generasi terbaru yang dibuat oleh Microsoft. NTFS biasa digunakan pada suatu partisi harddisk di Windows, karena NTFS memiliki batas ukuran partisi dan file yang sangat besar yaitu mencapai sebesar 16 TB (TeraByte) dengan besar maksimum per-filenya lebih dari 4 juta file tanpa memperhatikan berapun ukurannya. Hal tersebut karena NTFS memiliki ukuran cluster yang lebih kecil sehingga akan lebih menghemat free space agar media penyimpanan tidak cepat habis.

Harddisk

Selain itu, NTFS memiliki sistem keamanan yang sangat lengkap. Diantaranya mendukung file permission, mengganti journal untuk mempercepat perbaikan error, enkripsi data, shadow copy untuk keperluan backup, hard link, disk quota limit dan masih banyak lagi fitur keamanan lainnya. NTFS juga memiliki tingkat kemungkinan data corrupt atau rusak yang rendah. Karena sistem akan menyimpan data terlebih dahulu agar tidak hilang sebelum melakukan modifikasi data. Jadi jika komputer tiba-tiba mati pada saat kita memodifikasi file, maka sistem akan lebih cepat untuk recovery file tersebut.

Akan tetapi, NTFS tidak kompatibel dengan sistem operasi lainnya. File system ini hanya akan bekerja semua versi Windows dan beberapa distro Linux. Bahkan pada Xbox 360 yang notabene adalah game console buatan Microsoft, juga tidak mendukung file system NTFS ini. Sedangkan untuk Mac OS, hanya dapat membaca isi di dalam NTFS tetapi tidak dapat menulis data ke dalam NTFS. Namun untuk mengatasi hal tersebut, kita dapat menggunakan sebuah aplikasi tambahan, seperti Paragon NTFS for Mac jika ingin memodifikasi data yang ada di dalam file system NTFS.

FAT32 (File Allocation Table)

FAT32 merupakan file system umum yang dikembangkan oleh Microsoft dan telah digunakan komputer di seluruh dunia. FAT32 dapat bekerja hampir di berbagai sistem operasi seperti Windows, Linux, Mac OS dan yang lainnya. File system FAT32 juga digunakan sebagai standard dibeberapa media penyimpanan, contohnya flashdisk dan MicroSD. Pada flashdisk yang baru, umumnya telah diformat dengan file system FAT32 agar dapat kompatibel di berbagai sistem operasi.

Flashdisk

FAT32 hanya dapat menyimpan ukuran file maksimum sebesar 4 GB saja dan 2 TB jika digunakan untuk partisi harddisk. File system ini juga hanya dapat menampung hingga sekitar kurang lebih 60 ribu file. FAT32 memiliki ukuran cluster yang cukup besar, yaitu sebesar 32 KB. Jadi, jika digunakan menyimpan file berformat *txt yang berukuran kecil (sekitar 2 KB), maka sistem FAT32 akan tetap membacanya sebesar 32 KB. Tentu, hal tersebut akan cepat menghabiskan free space dari media penyimpanan tersebut.

FAT32 juga memiliki tingkat kerusakan data yang cukup tinggi, sehingga sering muncul kejadian data yang corrupt atau rusak, biasanya hal tersebut sering terjadi pada data yang tersimpan pada flashdisk. Oleh sebab, file system FAT32 sangat tidak cocok digunakan pada drive internal karena masalah keamanannya.

exFAT (Extended File Allocation Table)

exFAT merupakan file system hasil upgrade dari FAT32 yang pertama kali diperkenalkan pada akhir tahun 2006 lalu dan mulai diterapkan pada Windows CE 6.0 dan Windows Vista Service Pack 1. exFAT dioptimalkan untuk removable drive seperti flashdisk dan media penyimpanan lainnya, karena exFAT dirancang dengan ringan seperti file system FAT32 namun tanpa banyak fitur tambahan seperti file system NTFS.

Sama seperti file system NTFS, exFAT juga memiliki batas ukuran file dan partisi yang sangat besar. Sehingga kita bisa menyimpan file dengan ukuran lebih dari 4 GB kedalam flashdisk atau micro SD yang menggunakan format file system exFAT. Jadi, jika kamu memiliki flashdisk dengan ukuran lebih dari 4 GB dan ingin file system yang ringan tanpa ada batasan, sebaiknya format flashdisk kamu dengan file system exFAT.

Tidak hanya itu saja, exFAT juga lebih kompatibel untuk semua sistem operasi daripada file system NTFS. Karena exFAT pada sistem operasi Mac OS dan Linux dapat di read maupun write. Jadi kamu bisa lebih mudah saling bertukar file antar OS melalui flashdisk atau micro SD tanpa harus memformatnya ulang.

Itulah penjelasan tentang perbedaan antara NTFS, FAT32 dan exFAT. Jadi kesimpulannya file system NTFS sangat cocok digunakan untuk format drive internal, seperti harddisk. Sedangkan untuk file system FAT32 dan exFAT, digunakan untuk drive eksternal, seperti flashdisk, micro SD ataupun harddisk eksternal.

Selasa, 01 November 2016

cara instal sistem operasi



Cara Instal Sistem Operasi Windows 7 - Melanjutkan postingan tentang Instalasi Sisten Operasi, kali ini akan membahas mengenai cara instal windows 7. Mungkin bagi sebagian orang ada yang sudah bisa bahkan mahir untuk instal OS, namun alangkah baiknya kalau kita saling berbagi pengetahuan bukan? Instal Windows 7adalah suatu cara menginstal sistem pada komputer yang sangat mudah dan menjadikan PC/Laptop kita menjadi baru. Dengan kata lain Windows yang baru akan menghapus seluruh sistem pada satu partisi, termasuk adanya virus di Drive Hardisk kita. Mungkin dengan artikel ini bisa menjadi tutorial cara instal windows 7 dengan baik, benar dan sempurna melalui setiap bagian dari proses instal Windows 7 dengan bersih.

Untuk memulai proses instalasi windows 7, yang perlu anda lakukan adalah memilih boot pertama dari Windows 7 DVD (jika menggunakan Windows 7 DVD Installer) atau boot pertama dari perangkat USB (jika menggunakan Flashdisk). Cara Instal Windows 7 menggunakan media Flash Disk akan dibahas pada artikel selanjutnya. Berikut di bawah ini adalah langkah-langkah untuk Instal Sistem Operasi Windows 7.


1. Nyalakan Komputer / Laptop.

2. Ubah Boot Pertama Ke CD/DVD, namun jika dari Flash Disk Ubah Boot Pertama ke Flash Disk, ini diperlukan agar Boot Pertama dilakukan melalui Windows 7 DVD Installer atau Flash Disk.


booting

3. Saat meyalakan Laptop/Komputer Masuk Setup Menu dengan menekan F2 (Pada beberapa Laptop merk lain Esc, F1, F10 atau Del Pada Komputer). Contoh Masuk Ke Setup Utility, Tampilan ini beraneka ragam tergantung merk, Cari Boot lalu Arahkan Boot Pertama Jadi DVD atau Flashdisk sesuai keinginan. Exit, Saving Changes Kemudian Yes, dan Komputer/Laptop akan segera Restart dari DVD. Jangan Lupa masukan terlebih dahulu DVD Windows 7 Installer ke Drive DVD, sebelum restart.


biosmenu1

biosmenu2

biosmenu3

4. Mulai Proses instal Windows 7 dari DVD Windows 7 Installer, Klik Apa saja pada keyboard, misalnya klik Enter (waktunya hanya 5 detik)


press
5. Pada Langkah ini tidak melakukan apapun


loadprocess

logon

6. Pilih English, Klik Next


choose-english

7. Klik Install Now


install-now

8. Klik I accept the license terms, kemudian Klik Next. Proses Segera Dimulai


agree-TOS

processing

9. Pada Langkah ini sangat penting sekali, karena kita akan membagi partisi driver. Klik Custom (advanced). Langkah ini akan memproses Windows dari awal, sehingga nanti akan seperti baru, dan menghapus semua sistem yang lama.


advanced

10. Setelah Itu masuk ke Contoh Gambar Di bawah ini, Pada langkah ini kita akan mengatur Partisi Yang akan di instal Windows 7 Yang Baru.


menu-win7

11. Delete Partisi System Windows Yang Lama, maka sistem Lama (C:) akan terhapus, dan My Documents pun akan terhapus seluruhnya, karena My Documents termasuk Drive (C:). Jadi kalau simpan Data-data dikemudian hari sebaiknya di (D:) atau (E:). Arahkan kursor, Delete Partisi dengan Klik Delete, kemudian klik OK-OK saja, sampai tampilan pada gambar berikutnya.


menu-win7-2
12. Arahkan Kursor Pada Partisi Yang Akan diisi Windows 7 Yang Baru, Klik New. Kemudian Klik OK-OK.


menu-win7-3
13. Maka Tampilan akan seperti berikut, Kemudian arahkan Kursor Pada Partisi Yang Akan Di instal Windows Yang Baru (Primary), Kemudian Klik Next.


menu-win7-5

Proses Instalasi Benar-benar dimulai, kalo sudah sampai langkah ini anda bisa benar-benar bersantai, karena selanjutnya akan berjalan Otomatis. Jangan klik apapun, biarkan saja sampai restart dengan sendirinya.

copying-win7

Catatan: Jika menggunakan DVD tidak melakukan apapun, tapi jika menggunakan Flash disk setelah gambar berikut (restart) Flash disk HARUS dicabut.
copying-win72

14. Setelah Restart, pada langkah selanjutnya jangan klik apapun. Biarkan berjalan dengan sendirinya sampai proses selesai.


menu-boo5

starting-1

starting-2

starting-4

starting-6

starting-7

starting-8

to-setup

15. Isi Nama untuk Laptop atau Komputer terserah anda sendiri dan Next.


computer-name

16. Untuk form password jika PC/Laptop anda sangat rahasia, maka isi dengan password yang mudah anda ingat dan jika tidak menggunakan password kosongkan form tersebut kemudian klik Next.


form-password

17. Jika sudah memiliki Kode Windows 7, ketik kodenya dalam kotak tersedia, dan klik Automatically activate Windows. Jika belum mempunyai kode, jangan diisi apapun, Disebelah Next nanti ada Skip, jadi Klik Skip.


serial-number-windows7

18. Klik Use recommended settings


recommended-setting

19. Sesuaikan waktu yang dikehendaki, kemudian klik Next